Alam Sadar Dan Alam Bawah Sadar
Posted by Unknown in Alam Bawah Sadar, Alam Sadar, Semua Tentang Hipnosis, Tips Membangun Diri

Telah lama diteliti bahwa selama hidupnya, manusia hanya menggunakan kurang dari 10% potensi diri yang tersembunyi di dalam otak. Bahkan sebagian besar manusia menggunakannya di bawah bilangan 5%. Lalu kemana yang 90% ? Jawabannya adalah potensi diri tersebut menunggu untuk digali. Dua dekade terakhir, penelitian tentang potensi diri manusia mengalami peningkatan yang signifikan. Semakin banyak metode-metode up to date dengan hasil penelitian yang mengungkap potensi diri dengan cara pengembangan potensi otak manusia. Bagaimanakah hubungan antara potensi diri atau potensi otak ini dengan kehidupan anda ? Pada realitasnya keduanya mempunyai hubungan yang erat sekali. Hal ini berarti, kemampuan anda untuk mengoptimalkan daya otak anda akan sangat membantu anda untuk meraih target kesuksesan anda.
JEMPUTLAH ANUGERAH TUHAN DENGAN POTENSI DIRI
Potensi diri manusia sungguh luar biasa dahsyatnya. Lihatlah hasil karya potensi diri manusia di muka bumi ini. Meliputi berbagai bidang disiplin ilmu mengeksplorasi luasnya jagad besar, teori-teori fisika dan kimia yang membuat manusia mampu pergi menjelajah ke bulan, mengeksplorasi luasnya angkasa luar, meluncurkan satelit dengan kemampuan membaca setiap detil peta bumi secara lengkap dan jelas, menciptakan pesawat terbang super canggih, pesawat ulang alik nan menghebohkan, menciptakan kapal selam super power, menemukan jejaring internet yang membuat dunia ini serasa mengkerut seolah-olah bagaikan dalam genggaman tangan. Begitu juga eksplorasi ke dalam jagad kecil yang teramat rumit dan njelimet, temuan-temuan dalam bidang ilmu biologi, kimia mikro dan teknologi medis yang membuat manusia mampu menciptakan organ-organ tubuh imitasi yang dapat mengganti fungsi organ ciptaan Tuhan yang telah rusak. Ilmu ekonomi yang mampu membuat imperium bisnis sangat besar dan kuat, digabung dengan ilmu sosial dan politik mampu menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di berbagai negara belahan bumi Eropa. Semua itu merupakan buah karya potensi diri manusia. Dahulu, sesuatu yang tampaknya sebagai kodrat yang tak bisa lagi dirubah (diwiradat), kini manusia semakin membuktikan diri mampu membuat temuan-temuan dan hasil karya yang menakjubkan. Meciptakan lensa mata imitasi menggantikan lensa asli yang rusak terkena katarak, menganti jantung manusia dengan binatang, bahkan dengan alat pemacu jantung seseorang mampu bertahan hidup puluhan tahun.
Bukankah tugas manusia di bumi ini untuk membaca, memahami, lalu menghayati bahasa dan ilmu Tuhan yang Mahaluas tiada batasnya itu. Bukankah setiap ada kesulitan, manusia selalu tertantang berikhtiar menemukan jalan keluarnya. Maka tak heran bila dalam teknologi elektronika-metafisika, manusia telah menemukan alat penyadap keberadaan roh halus dan eksistensi makhluk gaib yang kasat mata.
Perkembangan potensi manusia tentunya tidak akan berkembang pesat, apabila mental spiritual, mental pikiran masih terbelenggu oleh sistem nilai di alam bawah sadar. Agama pun sesungguhnya bukan untuk mengungkung mental, mengurung kesadaran dan kebebasan berfikir, serta membelenggu kemampuan jelajah spiritual manusia. Sebaliknya, sungguh ideal di saat mana agama dipahami sebagai guidance (pemandu jalan) agar potensi dan prestasi manusia mampu mengembangkan potensi berfikirnya secara maksimal, dengan orientasi yang terarah, bermanfaat sebagai rabbul alamin, berkah bagi alam semesta dan seluruh isinya. Peran semua agama bukan untuk membatasi perkembangan potensi diri, kreatifitas dan inovasi manusia. Melainkan menjaganya agar jangan sampai inovasi manusia disalahgunakan sehingga membuat kerusakan-kehancuran di muka bumi. Sebagai contoh, bila Anda percaya bahwa Tuhan itu ya rabbul alamin maka dinamit bukan untuk membunuh manusia, melainkan untuk menciptakan energi yang dimanfaatkan bagi kesejahteraan umat, serta menjaga dan melestarikan anugrah Tuhan berupa lingkungan alam.
Dapat dibayangkan apabila manusia mampu mendayagunakan potensi diri yang lebih besar lagi, hingga mencapai 50 % nya saja. Sebab biar seberapapun kemajuan dan kedahsyatan potensi manusia seperti contoh di atas, kenyataannya bagian yang 90% potensi masih terpendam di dalam diri dan dibiarkan sia-sia begitu saja. Maka tugas kita adalah bisa membuka, menggali, mengenali, mengembangkan, lalu memanfaatkan potensi diri lebih baik daripada hari ini. Bukan untuk mengejar kepentingan pribadi, melainkan untuk menggapai kebaikan yang lebih utama, yakni menghayati makna yaa rabbul alamin, dengan memanfaatkan hidup kita agar berguna bagi sesama, seluruh makhluk, dan lingkungan alam. Apabila prinsip ini Anda terapkan dalam keluarga, niscaya keluarga anda akan harmonis, tenteram, selamat, sejahtera, dan selalu kecukupan rejeki. Kalis ing rubeda, nir ing sambekala. Terlindung dari segala kefakiran.
Demikian pula apabila hal serupa terjadi di dalam lingkup wilayah yang lebih luas : kelurahan, kecamatan, kabupaten, propinsi, dan negara, maka ketidak-tentraman, kekisruhan, perselisihan, percekcokan, konflik di antara warga bangsa, antara pemimpin dengan rakyatnya, antar pemimpin dengan pemimpin lainnya, hampir pasti selalu berakibat tertutupnya pintu rejeki dan pintu-pintu anugrah yang disiapkan Tuhan. Nasib bukan tergantung Tuhan, tetapi tergantung pada diri kita sendiri. Tuhan telah meletakkan dan menyiapkan rejeki serta anugrah “di suatu tempat” dan tugas kita adalah menjemputnya.
Untuk mengembangkan potensi dalam diri, terdapat 3 unsur utama di dalam kepribadian manusia yang harus dipahami. Ketiga unsur tersebut sangat menentukan potensi diri dan menjadi faktor penentu kesuksesan seseorang :
- Sistem Kepercayaan : Merupakan faktor yang menentukan pola pikir (mind set). Sistem kepercayaan mencakup seperangkat nilai, sesuatu yang dianggap berharga, segala sesuatu yang diyakini, dan segala sesuatu yang dianggap benar.
- Pola Pikir (mind set) atau Båwå : disebut pula sistem berfikir merupakan faktor penentu sistem perilaku atau kepribadian seseorang (behavior). Menentukan bagaimana seseorang mengambil atau menentukan suatu tindakan. Pola pikir akan menentukan respon terhadap segala sesuatu yang terjadi di dalam diri (inner world) maupun lingkungan sosial dan lingkungan alamnya.
- Sistem perilaku / Kepribadian (behavior) atau Solah : adalah faktor yang menentukan tata cara berinteraksi atau penentu perbuatan terhadap dunia luar, lingkungannya, atau segala sesuatu peristiwa di dalam diri dan lingkungan sosialnya.
Sistem kepercayaan dan pola pikir ditampung dalam memori alam pikiran bawah sadar. Alam bawah sadar bagaikan stockpile atau database yang menyimpan banyak potensi diri. Alam pikiran bawah sadar dapat muncul dalam kondisi darurat dan bekerja secara spontan. Untuk itu perlu diketahui apakah alam bawah sadar itu?
ALAM BAWAH SADAR
Alam bawah sadar bukan berarti tiadanya kesadaran. Sebaliknya, justru di situlah kesadaran level tinggi (high consciousness) berada. Hanya saja kenapa disebut alam pikiran bawah sadar karena yang menilai adalah pikiran sadar kita yang belum memahami kesadaran pikiran bawah sadar kita sendiri. Apabila anda telah sukses mengoptimalkan alam pikiran bawah sadar, maka alam pikiran bawah sadar sudah tidak ada lagi, karena alam pikiran sadar anda telah menyadari apa yang menjadi kehendak alam pikiran bawah sadar. Berdasarkan pengukuran melalui alat yang dinamakan Electro-encepalograph dan perangkat eletronis pengukur kinerja otak lainnya, pada dasarnya otak memiliki 4 Fase Gelombang yaitu Bheta, Alpha, Theta, dan Delta.
| Bheta |
Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 12 – 40 Hz/Second. Di saat mana anda sedang sangat aktif seperti mengobrol, mengerjakan sesuatu, gugup/gelisah atau keadaan aktif lainnya. Beta sangat diperlukan jika kita harus memikirkan beberapa hal sekaligus, tapi tidak jika kita ingin menyerap informasi secara cepat.
| Alpha |
Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 12-8 Hz/Second. Fase otak penuh kreatifitas, di mana otak dalam keadaan yang lebih rileks. Fase ini sangat baik untuk belajar, menyerap informasi, melakukan terapi, mempercepat proses penyembuhan, meningkatkan kekebalan tubuh, juga mengurangi stress mental-emosional dan fisik. Sering disebut sebagai keadaan Meditasi Dasar. Fase alpha merupakan jembatan antara kesadaran bheta dengan theta. Pada saat semedi/meditasi Anda dapat menangkap sinyal-sinyal akurat yang dipancarkan oleh kesadaran theta.
| Theta |
Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 8-4 Hz/Second. Fase gelombang otak yang lebih dalam, yaitu saat anda meditasi atau trance. Fase ini sangat bagus untuk proses auto-sugesti/auto-hypnosis. Pada fase inilah mimpi terjadi, sehingga dengan teknolgi yang mampu mengontrol fase ini, anda dapat memperoleh mimpi “Extra-Sensory Perception” atau biasa disebut kewaskitaan/wangsit. Melalui fase ini anda dapat menemukan jawaban yang tepat atas suatu permasalahan yang rumit dan berat. Dapat mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi, tanpa harus susah payah melakukan penelitian dan pengumpulan data terlebih dulu.
| Delta |
Fase gelombang otak pada frekuensi/cyclon 4-0,1Hz/Second. Delta merupakan fase gelombang otak yang terakhir dan paling dalam. Keadaan ini diperoleh saat anda tidur nyenyak atau keadaan koma. Dengan mampu mengontrol fase ini, anda dapat memperoleh kondisi tidur yang nyenyak dan berkualitas. Dengan teknik tertentu, fase ini dapat menghubungkan theta Anda dengan Energi Kesadaran Astral yang diberikan Tuhan. Melalui fase ini pulalah anda dapat mewujudkan energi pikiran menjadi materi. Bahkan dapat weruh sadurunge winarah.
DAPATKAH PIKIRAN SADAR MENYADARI ALAM BAWAH SADAR ?
Gelombang otak pada frekuensi bheta dan alpha berada di level alam pikiran sadar. sedangkan frekuensi theta dan delta disebut sebagai alam pikiran bawah sadar. Sekali lagi, bukan berarti tidak adanya kesadaran otak/pikiran. Melainkan disebut alam bawah sadar, karena kesadaran delta dan theta belum mampu dipahami oleh alpha dan beta (pikiran sadar). Fungsi alam bawah sadar merupakan stockphile atau memory card yang menampung dan menyimpan “bahan-bahan” jadi hasil olahan pikiran sadar yang sudah terseleksi oleh RAS (reticular activating system). Sedangkan pikiran sadar berfungsi sebagai “mesin produksi” bahan “olahan jadi” tersebut. Tugas pikiran sadar mengolah pemaknaan, lalu disaring mana yang dianggap memiliki nilai/value untuk dimasukkan ke dalam alam bawah sadar. Sementara itu cara kerja RAS adalah sebagai berikut :
- Data-data (stimulan) diolah oleh rasio/pikiran sadar, lalu masuk ke pikiran bawah sadar melalui proses penyaringan diri, dinamakan RAS (reticular activating system).
- RAS tidak hanya menerima bahan jadi dari pikiran sadar. Bahan jadi yang telah diberi nilai pikiran sadar sebagai bahan jadi negatif atau bahan jadi positif.
- RAS bekerja otomatis tergantung pada kondisi gelombang otak, pemikiran dan emosi. Fungsi RAS adalah menginstalasi dan uninstalasi program ke atau dari dalam alam bawah sadar.
- Kejadian /peristiwa bersifat netral bebas nilai. Sementara itu yang memberi nilai adalah pikiran sadar.
Persoalannya, bagaimana kita memilih program yang bermanfaat, bagaimana menentukan program positif. Positif bernilai universal dan positif bernilai individual. Program positif individual akan dipengaruhi oleh stimulus yang berasal dari luar diri. Sementara itu, program positif universal bersumber dari rahsa sejati yang menciptakan stimulan dalam otak sebelah kanan (spiritual spot). Misalnya nilai universal hukum sebab akibat yang memandang Puncak dari penyebab (penyebab sejati) dari seluruh kejadian di alam semesta ini disebut sebagai Tuhan (God) atau Causa Prima. Sesuatu yang ada (being) namun keberadaanya (eksistensi) tidak disebabkan oleh apapun juga.
Pernahkan anda merasa sudah tahu lebih dulu apa yang menjadi jawaban atas suatu kejadian sebelum rasio/logika anda melakukan analisa ? Jika pernah, berarti alam bawah sadar anda sedang bekerja. Bekerjanya alam bawah sadar tentu saja terpisah dari bekerjanya alam/pikiran sadar. Sehingga terkdang anda heran sendiri, manakala menyadari keputusan spontan anda ternyata benar dan tepat padahal tanpa melibatkan analisa rasio anda lebih dulu. Hal itu terjadi karena alam bawah sadar anda merupakan bentuk kesadaran tinggi yang tidak disadari oleh rasio/alam sadar anda. Kecepatan dan kemampuan analisanya jutaan kali lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan rasio/logika alam pikiran sadar anda sendiri. Alam bawah sadar sudah memuat data-data yang telah diolah menjadi bahan jadi. Sewaktu-waktu diperlukan, dalam kondisi rilek, konsentrasi, hening. Kesadaran alam pikiran bawah sadar, ditandai dengan ide-ide yang inspiratif. Bila kita terbiasa mengolah keseimbangan antara alam sadar dan bawah sadar, kita akan mampu berfikir jernih, cepat, tepat, akurat walau dalam keadaan tertekan dan genting.
Pertanyaannya kemudian, apa saja faktor yang mempengaruhi sistem kepercayaan ? Tentu saja sistem kepercayaan tidaklah mandiri berdiri sendiri, atau tiba-tiba ada. Berikut ini beberapa faktor yang sangat mempengaruhi sistem kepercayaan seseorang :
- Lingkungan terdekat misalnya : keluarga, orang-tua, saudara kandung, teman bermain, kelompok sosial, golongan, aliran/mazab. Misalnya kita memeluk salah satu agama bukan karena pilihan, namun karena faktor-faktor kebetulan. Misalnya mengikuti agama orang tua, disebut juga sebagai agama warisan. Lalu dikembangkan sebagai keyakinan mutlak.
- Lingkungan sosial-budaya. Meliputi kebudayaan masyarakat, sistem kepercayaan, falsafah/pandangan hidup, sub-kultur atau pola-pola perilaku masyarakat, lingkungan sosial-ekonomi misalnya agraris, maritim, atau industri.
- Generalized other. Atau figur yang dijadikan tulada/suri tauladan.
- Pengalaman spirit & tingkat pemahaman spiritual masing-masing individu.
Ada dua pertanyaan,
barangkali anda dapat menjawabnya :
- Lantas dari mana alam bawah sadar anda memiliki guru yang paling efektif menjadi pembimbing ?
- Apa bedanya alam bawah sadar milik seorang yang mendayagunakan “guru sejati”, dengan orang yang hanya mengandalkan rasio saja ?
Manusia Linuwih
Manusia linuwih tidak lantas berarti orang yang sakti mandraguna. Linuwih adalah memiliki kelebihan dibanding rata-rata orang. Kelebihan itu terletak pada prinsip keseimbangan. Sebagaimana keseimbangan yang ada di dalam mikrokosmos (jagad kecil atau diri pribadi) dan keseimbangan yang ada dalam makrokosmos (jagad besar atau alam semesta). Pada galibnya, hubungan keduanya juga saling cross cuting harmony atau saling silang-menyilang dalam hubungan yang seimbang. Yakni, manusia selaras, sinergis, dan harmonis dengan alam semesta (manjing ajur ajer dengan pusaka hasta brata) atau kesimbangan mikro-makro kosmos. Di sini pembahasan saya tekankan pada adanya keseimbang di dalam mikro-kosmos terutama pada keseimbangan gelombang otak. Keseimbangan antara gelombang beta, alpha, tetha, dan delta. Untuk menyelarasakan 4 gelombang tidaklah mudah, karena banyaknya kendala yang harus dilenyapkan. Oleh sebab itu untuk menyeimbangkan gelombang otak, perlu proses pelatihan dengan menerapkan beberapa teknis melatih diri.
Manfaat Stimulasi Penyeimbangan Gelombang Otak
- Memprogram ulang pola pikiran dan perasaan anda menjadi mudah meraih sukses.
- Menjadi lebih produktif dan kreatif
- Menjadi lebih relaks dan bebas stress
- Meraih sukses lebih cepat di bidang apapun
- Mearaih kredit poin lebih tinggi pada prestasi kerja anda
- Memiliki daya tangkap dan daya ingat lebih baik, cepat, kuat dan permanen
- Memiliki kepercayaan diri lebih baik
- Memiliki kemampuan komunitas bisnis dan sosial yg lebih baik
- Mampu memecahkan berbagai masalah secara kreatif
- Menghilangkan berbagai macam kebiasaan dan tabiat buruk
- Emosi dan mood lebih stabil
- Meningkatkan kemampuan otak
- Meraih hasil-hasil tersebut (perubahan diri) dalam waktu lebih cepat dan singkat.
Sumber :Sabdalangit.wordpress.com
Menyeimbangkan Fungsi Otak Kanan Dan Kiri
Posted by Unknown in Fungsi, Menyeimbangkan, Otak Kanan, Otak Kiri, Tips Membangun Diri
Secara neurobiologis, otak manusia terdiri atas miliaran sel saraf atau neuron yang menyebar di keseluruhan otak manusia. Seperti yang dikemukakan oleh seorang neurolog, Gerald Edelman, pemenang hadiah nobel, dibutuhkan lebih dari 32 juta tahun untuk menghitung semua sinaps di dalam otak manusia dengan kecepatan satu sinaps per detik. Jika dipusatkan perhatian pada kemungkinan jumlah hubungan saraf di dalam otak, maka didapati jumlah yang sangat menakjubkan yaitu 10 diikuti sejuta angka nol. Setiap saraf otak itu saling berhubungan dan berkomunikasi melalui satu hubungan atau lebih (Restak, 2004:5). Walaupun demikian, setiap saraf yang ada dalam otak mempunyai tanggung jawab dan fungsi masing-masing. Misalnya, kegiatan membaca mengaktifkan area oksipital dan frontal. Mendengarkan musik dengan mata terpejam mengaktifkan area temporal, frontal dan serebelum. Di samping itu, secara garis besar, otak otak manusia terbagi atas kerja otak belahan otak kanan, tetapi aktifitas kerja kedua otak tersebut tidak terpisah. Aktivitas kedua otak itu saling menyatu dan juga saling membangun.
Seperti yang kita ketahui bahwa metode pembelajaran konvensional yang pada umumnya digunakan oleh pendidik dalam belajar bahasa cenderung menekankan pada pola kerja otak kiri, seperti latihan yang menitik beratkan pada rangsangan dengar (otak kiri) berupa latihan-latihan, pengulangan, kurang melibatkan proses pemecahan suatu masalah. Sementara itu, dengan kemajuan teknologi, anak-anak sekarang terfokus pada acara-acara yang disiarkan oleh televisi, sehingga yang lebih banyak melakukan aktivitas adalah belahan otak kanan. Oleh karena itulah, masalah pembelajaran menjadi tidak efektif.
B. Hubungan Otak dengan Bahasa
Otak memegang peranan yang sangat penting dalam berbahasa. Telah diutarakan sebelumnya bahwa saraf-saraf tertentu dalam otak berkaitan dengan fungsi berbahasa baik lisan maupun tulisan. Ini dapat dibuktikan bahwa terdapat gangguan berbahasa bagi orang yang mengalami kerusakan otak atau kecelakaan yang mengenai kepala, selain itu juga dilakukan eksperimen terhadap saraf-saraf di otak bagi orang yang sehat.
Saraf-saraf dalam otak berkaitan dengan fungsi berbahasa adalah daerah broca, daerah Wernicke, dan daerah korteks ujaran superior atau daerah motorsuplementer. Berdasarkan tiga daerah saraf tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat bagian-bagian tertentu pada saraf-saraf di otak kiri manusia yang mempengaruhi manusia untuk menghasilkan ujaran untuk berbahasa dan berkomunikasi dengan sesama.
C. Fungsi Otak Kanan dan Otak Kiri
DePorter (2004:36) mengungkapkan bahwa proses berpikir otak kiri bersifat logis, sekuensial, linear, dan rasional. Otak kiri berdasarkan realitas mampu melakukan penafsiran abstrak dan simbolis. Cara berpikir sesuai untuk tugas-tugas teratur, ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi audiotorial, menempatkan detail dan fakta, fonetik, serta simbolisme. Untuk belahan otak kanan cara berpikirnya bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik. Cara berpikirnya sesuai dengan cara-cara untuk mengetahui yang bersifat nonverbal, seperti perasaan dan emosi, kesadaran yang berkenaan dengan perasaaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang, kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas dan visualisasi.
Selanjutnya,
Restak (2004:97) juga mengemukakan bahwa otak kiri berfungsi menjelaskan sesuati secara verbal atau tulisan. Belahan otak kiri cenderung memecah segala sesuatu ke dalam bagian-bagian dan lebih mengenali perbedaan dari pada menemukan kesamaan ciri. Di samping itu menurut Restak, belahan otak kiri memproses dunia dengan cara yang linear dan runut. Sebalinya, belahan otak kanan kurang mengandalkan kata-kata dan bahasa, belahan otak kanan lebih bisa melihat gambar secara keseluruhan dengan memperhatikan dan menggabungkan menjadi sebuah gambaran umum. Belahan otak kanan terlibat dalam proses penyetaraan yang melibatkan banyak operasi sekaligus. Hal yang sama tentang fungsi otak kiri juga dikemukakan oleh Maksan (1993:55) bahwa tugas-tugas kebahasaan dikoordinasikan oleh otak kiri.
Otak kiri berkaitan dengan akademik maka otak kanan berfungsi dalam hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Merupakan pusat otak yang dominan untuk berbahasa lisan dan tulisan. Berperan dalam proses berpikir yang logis, analitis, linier dan bertindak yang rasional. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika. Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Daya ingat otak kanan bersifat panjang (long term memory). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi. Para ahli banyak yang mengatakan otak kiri sebagai pengendali IQ (Intelligence
Quotient), sementara otak kanan memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Freed 1997 dalam Soepalarto http://ykai.net/index/php).
D. Bagaimana Kedua Belahan Otak Bekerja
Setiap belahan otak, baik otak kiri maupun otak kanan pada hakikatnya mempunyai mempunyai tanggung jawab dan fungsi masing-masing. Misalnya, Otak kiri berkaitan dengan akademik, seperti perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika, sedangkan Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Namun, aktifitas kerja kedua otak tersebut tidak terpisah. Aktivitas kedua otak itu saling menyatu dan juga saling membangun.
Sebagai contoh, ketika melihat beberapa pohon dengan dedaunannya yang berguguran, tanah yang kering, dan cuaca yang teramat panas. Kita akan memerikan, menganalisis, dan menggeneralisasikan semua hal tersebut dengan belahan otak kanan. Setelah hal tersebut dilakukan oleh otak kanan, maka belahan otak kirilah kemudian yang mengkomunikasikannya secara verbal. Misalnya, ketika kita berkata, “dedaunan itu banyak berguguran, tanah yang disekitarnya kering, dan ternyata sekarang adalah musim kemarau”. Belahan otak kirilah yang bertanggung jawab terhadap pengolahan bahasa dan mengutarakan konsep-konsep yang ada dalam persepsi seseorang. Namun, semua merupakan hasil dari penggeneralisasian yang dilakukan oleh belahan otak kanan. (Restak, 2004:97)
Dengan contoh di atas, dapat disimpulkan sebenarnya dalam setiap aktivitas otak yang dilakukan oleh manusia selalu melibatkan dua fungsi otak, yaitu belahan otak kiri dan belahan otak kanan. Otak kiri untuk melakukan pemikiran, persepsi, sedangkan otak kanan untuk memberikan gambaran secara visual. Jika seseorang hanya mengaktifkan salah satu belahan otaknya dalam beberapa aktivitas, terjadi ketidakseimbangan fungsi kerja otak pada manusia, maka orang tersebut akan mudah menghadapi kesulitan terutama kesehatan mental yang kurang baik. Seperti yang dikemukakan DePorter (2004: 38), “Sesungguhnya, jika Anda termasuk kategori otak kiri dan Anda tidak melakukan upaya tertentu memasukkan beberapa aktivitas otak kanan dalam hidup Anda, ketidakseimbangan yang dihasilkan dapat mengakibatkan Anda stressdan juga kesehatan mental dan fisik yang buruk.”
Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pentingnya menyeimbangkan fungsi kedua belah otak dalam melakukan aktivitas yang memang membutuhkan kerja otak, sehingga tercapai tujuan yang optimal.
E. Alternatif yang Dapat Dilakukan untuk Menyimbangkan Otak kanan dan Otak Kiri dalam Pembelajaran Membaca
Guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah hendaknya mengetahui dan memahami bahwa pentingnya memanfatkan kedua belah otak untuk belajar. Belajar jadi mudah jika guru dapat menyeimbangkan kedua fungsi otak dalam proses pembelajaran. Otak kanan sebagai kreativitas dan imajinasi dan juga merupakan faktor nonkebahasaan dapat memberikan ide bagi otak kiri dalam melahirkan kata-kata dan bahasa.
Kreativitas dan imaginasi sangatlah penting dalam proses pembelajaran bahasa. Kreatifitas dan imajinasi perlu dikembangkan. Jlang="ES-TRAD">ika kreatifitas dikembangkan dalam proses pembelajaran, maka pembelajaran akan menjadi suatu proses yang menyenangkan bagi siswa. Implikasinya pada diri siswa akan terbentuk pola pembelajaran yang kreatif dan tidak tergantung pada orang lain. Ini akan menjadikan siswa lebih siap dan mampu menyesuaikan diri dengan segala perubahan dan tuntutan yang terjadi dalam lingkungannya.
a. Belajar Membaca ( Dianne Alexander dalam Chaer, 2003: 138-139)
1) Membaca dengan runtut dari samping kiri ke samping kanan halaman dengan bantuan jari tangan yang digunakan untuk mengikuti baris demi baris kalimat tersebut. Langkah ini sepenuhnya bergantung pada koordinasi mata, jari, dan otak.
Catt: Jari yang digunakan untuk menunjuk tersebut bukan untuk menunjuk kata demi kata karena akan memperlambat seseorang untuk membaca, tetapi jari digunakan untuk menuntun mata secara cepat saat membaca bacaan (DePorter, 2004: 252-253)
2) Kegiatan membaca tidak dilakukan secara terus menerus, selingi dengan melakukan aktivitas lain agar dapat mengistirahatkan kerja otak kiri. Ketika otak kiri beristirahat, otak kanan melaksanakan fungsinya dengan mengingat informasi apa yang dapat diinterpretasikannya, karena otak kanan mempunyai fungsi kerja secara holistik. Di samping itu bahasa, simbol, dan warna dapat diingat baik oleh otak kanan.
3) Kegiatan diakhiri dengan mengaktifkan fungsi otak kiri, yaitu melakukan analisis logika dan runtutan peristiwa melalui bahasa tulis atau lisan.
b. Memanfaatkan Imajinasi Ketika Membaca (Michael Michalko dalam Hernowo, 2005:83-93)
Kegiatan berimajinasi adalah kegiatan dengan menggunakan media visual, media visual yang digunakan bukanlah dalam bentuk konkret, tetapi kita membayangkan atau menggambarkannya dalam suatu kegiatan membaca. Seperti kita ketahui bahwa kegiatan berimajinasi merupakan salah fungsi kerja dari otak kanan manusia. Berimajinasi dapat dilakukan dalam membantu otak kiri melaksanakan fungsi verbalnya yaitu melakukan kegiatan membaca. Kegiatan berimajinasi ketika membaca dapat dilakukan dengan tahap-tahap berikut:
1)Ketika mulai membaca, bayangkan diri terlibat dalam setiap kata dan makna yang
diciptakan oleh penulis, dengan maksud pembaca dapat menghayati setiap detail pengalaman penulis yang dijabarkan dalam kata-kata yang terbatas.
2)Gunakan imajinasi ketika memaknai kalimat-kalimat yang memerlukan penggambaran
atau visualisasi. Ini diperlukan ketika membaca buku yang di dalamnya hanya berisi teks dan tidak diikuti oleh gambar-gambar yang membantu pemahaman.
Dengan menggunakan imajinasi ketika membaca, si pembaca dapat mengefektifkan kegiatan membaca, terutama dalam memaknai gagasan yang dikemukakan oleh penulis.
c. Teknik Membaca Ka-ki Quantum Learning (Hernowo, 2005: 169-167)
Buku Quantum Learning yang ditulis oleh Bobbi DePorter dan Mike Hernacki pada subbab ”menulis dengan Penuh Percaya Diri” dan oleh Hernowo diubah dan disesuaikan dengan Teknik Membaca Ka-ki Quantum Learning. Teknik membaca Ka-ki merupakan teknik membaca dengan memanfaatkan belahan otak kanan dan belahan otak kiri.
Teknik ini menjelaskan bahwa dalam melakukan kegiatan membaca si pembaca dapat/perlu memfungsikan kedua belahan otaknya yaitu belahan otak kiri dan belahan otak kanan. Belahan Otak kiri adalah belahan yang dominan dalam melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan membaca, sedangkan otak kanan adalah aktivitas yang dapat menimbulkan rangsangan terhadap otak kiri dalam melaksanakan aktivitas dalam membaca. Untuk mencapai tingkat pemahaman membaca yang baik dan optimal menurut Hernowo perlunya menyeimbangkan kedua belahan otak tersebut. Jadi, bagaimana cara
mengoptimalkan aktivitas membaca? Yaitu dengan memanfaatkan fungsi-fungsi yang ada dii belahan otak kanan, seperti semangat,
spontanitas, emosi, warna, imajinasi, gairah, ada unsur baru, dan kegembiraan.
d. Membaca dengan Menggunakan Peta-Pikiran Toni Buzan, 2007: 60-61)
Seperti yang dikemukakan oleh Buzan bahwa sistem pendidikan modern memiliki kecenderungan untuk lebih memilih
keterampilan-keterampilan “otak kiri”-matematika, bahasa, dan ilmu pengetahuan-daripada seni, musik, dan pengajaran keterampilan berpikir, terutama keterampilan berpikir kreatif. Selanjutnya, Buzan mengatakan jika hanya salah satu sisi otak saja yang digunakan, maka akan membatasi cara berpikir sinergis otak yang pada hakekatnya selalu saling bekerja
sama dalam mengirim pesan ke seluruh anggota tubuh. (Buzan, 2007: 50,59)
Agar fungsi seluruh otak menjadi sinergis perlunya memfungsikan kedua sisi otak sebesar-besarnya dengan salah satu cara menggunkan Peta-Pikiran (Mind Map). Peta-Pikiran melibatkan kedua sisi otak, karena Peta-Pikiran menggunakan gambar, warna, dan imajinasi (fungsi belahan otak kanan) bersamaan dengan angka, kata, dan logika (Fungsi belahan otak kiri). Hal yang berkaitan dengan penggunaan Peta-Pikiran dalam kaitannya dengan membaca adalah Peta-Pikiran dapat membantu pembaca dalam mengefektifkan pemahaman, terutama dengan memetakan pemahamannya terhadap apa yang dibaca dan dan juga dapat mengafektifkan kegiatan membaca itu sendiri.
F. KesimpulanOtak memegang peranan yang sangat penting dalam berbahasa dan dalam kaitannya dengan bahasa ini otak manusia terbagi atas dua bagian yaitu belahan otak kiri yang bersifat kebahasaan dan belahan otak kanan yang berhubungan dengan nonkebahasaan. Otak kanan yang bukan berfungsi sebagai kebahasaan, tetapi belahan otak kanan ini mempunyai hubungan dengan bagaimana otak kiri melahirkan bahasa. Maka untuk mencapai pembelajaran membaca yang optimal, guru perlu menggunakan dan menyeimbangkan kedua fungsi belahan otak manusia.
Baru-baru ini di masyarakat marak terdapat fenomena yang membuat orang merasa ingin tahu dan merasa gelisah. Yaitu beberapa anak-anak setelah melalui suatu pelajaran dan pelatihan khusus, dapat melihat benda sambil menutup mata, membaca tulisan dan lain sebagainya. Sehingga membuat banyak orang merasa bingung. Menuai berbagai macam reaksi ada yang sangat gembira, ada juga yang menganggap sebagai aliran sesat; juga ada yang menganggap sejenis tipu muslihat baru untuk menipu uang orang banyak. Apakah sebenarnya kejadian seperti ini? Bila merupakan muslihat penipuan, mengapa tidak ada orang yang menguaknya? Bila benar-benar merupakan pengembangan daya otak, mengapa dengan menutup mata dapat melihat benda? Tidak menggunakan mata dapat melihat benda bukankah sebuah fenomena yang menyesatkan?
Untuk memahami fenomena ini, kita perlu terlebih dahulu dijelaskan oleh pendiri yang mengadakan pelajaran-pelajaran tersebut. Diantaranya adalah ahli teknologi ilmiah komputer Amerika serta ahli dari Asosiasi Spesialis Komputer Inggris (MACP) dan juga Pelatih dan Pelaksana Senior Sertifikasi Program Bahasa Internasional. Melalui penelitian lebih dari sepuluh tahun, mereka berhasil menggunakan teknologi komputer untuk membangkitkan fungsi potensial dari otak manusia.
Penelitian mereka dikhususkan untuk memperhatikan fungsi dari mid-brain terletak ditengah-tengah otak kiri dan otak kanan. Fungsi dari midrbrain adalah sebagai jembatan antara otak kiri dengan otak kanan; dalam kondisi tertidur, interbrain manusia tidak dapat berkembang secara maksimal. Oleh karenanya, fungsi interaktif antara otak kiri dan otak kanan mengalami keterbatasan. Saat ini, banyak ahli meneliti bagaimana membantu keseimbangan operasional otak kanan dan otak kiri. Dari penelitian selama 25 tahun terakhir, terdapat 15 orang yang memperoleh hadiah Nobel dari penelitian terhadap daya otak. Dalam pelatihan dilakukan berbagai pelajaran yang berbeda; seperti mental-aritmatik, pengembangan seluruh otak dan lain sebagainya. Yang mana beberapa hal tersebut merupakan hasil dari penelitian. Tujuannya semua adalah untuk membantu menyeimbangkan penggunaan otak kanan dan otak kiri serta menggali potensi daya otak; yang mana hasilnya berbeda-beda.
Sebuah penemuan yang baru adalah metode yang berbeda dengan lainnya. Berdasarkan ilmu psikologi yang luar biasa, teknik kegeniusan mutakhir, neurolinguistik, ilmu komunikasi, ilmu tingkah laku dan lain sebagainya serta menggunakan teknologi komputer ilmiah mutakhir, dalam waktu yang sangat pendek yaitu satu setengah hari, dapat berhasil mengaktifkan midbrain anak-anak. Hal ini merupakan sebuah prestasi yang dikagumi oleh orang-orang di luar dan di dalam negeri dan juga merupakan kehormatan bagi umat manusia modern. Umumnya, setelah midbrain diaktifkan, daya ingat mereka dapat meningkat, daya konsentrasi membaik; daya kreasi bertambah, gerakan kinetik juga menjadi lebih baik, hormon menjadi seimbang, serta emosi menjadi stabil dan lain sebagainya. Aktivasi ini sangat jelas terlihat hasilnya bagi anak hiperaktif maupun anak dengan daya ingat yang lemah.
Melalui teknik “Genius Mind”, pelatihan ini disebarluaskan; yang dinamakan dengan “Metode Belajar Midbrain”. Berdasarkan penjelasan para ahli, setelah midbrain diaktifkan, midbrain akan dapat mengeluarkan gelombang otak untuk merasakan dan bereaksi terhadap benda-benda diluar. Dapat dikatakan juga bahwa dengan menutup mata, masih dapat mengenai benda-benda, huruf, warna dan lain sebagainya. Jadi, dengan pelajaran dan pelatihan selama satu setengah hari, akan dapat membantu anak “melihat” dengan menutup mata.
PERBEDAAN DASAR FUNGSI OTAK KANAN & KIRI
Dunia medis di jaman dahulu menganggap bahwa perbedaan fungsi otak kanan dan otak kiri tidaklah besar. Namun, pada saat ini, perbedaan fungsi otak kiri dan otak kanan tidak hanya menjadi pengetahuan yang diakui bersama oleh para praktisi medis pada umumnya, tetapi juga menjadi sebuah cabang ilmu pengetahuan yang khusus diteliti.
Fungsi otak kiri adalah untuk berpikir nalar, analisa, kemampuan berbahasa dan kemampuan menghitung. Dapat dikatakan juga bertanggung
jawab terhadap IQ seseorang. Seseorang dengan kecenderungan otak kiri yang lebih dominan lebih egois, mementingkan diri sendiri, mudah iri hati, sombong dan lain sebagainya. Otak kanan bertanggung jawab dalam emosi, daya intuisi, daya kreasi, kesenian, kemampuan refleksi, daya ingat, kepribadian dan lain sebagainya. Yaitu bertanggung jawab terhadap emosi (EQ). Seseorang dengan kecenderungan otak kanan yang lebih dominan cenderung dapat lebih berperasaan serta kurang kemampuan manajerial.
Pendidikan saat ini kebanyakan lebih mengutamakan otak kiri. Sehingga mengakibatkan banyak orang tidak percaya adanya indera intuisi, daya prediksi dan kemampuan perspektif yang merupakan gejala umum dimana fungsi otak kanan tertekan oleh otak kiri. Tetapi, setelah midbrain diaktifkan, fungsi dari otak kanan dan otak kiri dapat berjalan secara seimbang. Otak kiri tidak lagi menekan otak kanan. Kemampuan prediksi, daya ingat, kesenian dan kemampuan refleks tidak hanya menjadi berkembang, tetapi kemampuan manajerial dan pemahaman mereka juga dapat terpelihara. Orang seperti ini akan lebih memiliki rasa cinta kasih, lebih mencintai orang tua sendiri, termasuk orang yang lebih tua, memiliki kecerdasan dan kerukunan. Memulihkan potensi awal yang semestinya dimiliki oleh umat manusia.
BAGAIMANAKAH MIDBRAIN DIAKTIFKAN?
Di masyarakat, terdapat berbagai metode dalam mengaktifkan midbrain; masing-masing metode memiliki hasil yang berbeda-beda. GMC menggunakan teknologi komputer yang modern; mengaktifkan midbrain melalui kolaborasi dan kemanjuran musik, audio dan lain sebagainya. Dengan prinsip ini, dilakukan pelatihan terhadap janin dengan menggunakan musik “Mozart”. Laporan menyebutkan bahwa setelah bayi lahir, lebih cerdas serta lebih cepat belajar dibanding dengan bayi lainnya. Letak perbedaannya adalah bayi yang telah tumbuh sekarang telah menjadi
anak-anak; jadi, musik atau suara yang digunakan perlu lebih kuat beberapa kali dari musik Mozart. Yang lebih membanggakan adalah: metode yang digunakan oleh GMC memiliki tingkat keberhasilan mencapai 70-80%.
PERANAN ORANGTUA
Bila ingin membantu anak mengembangkan fungsi midbrain, peranan orangtua tidak boleh diabaikan. Midbrain memerlukan perasaan aman dan landasan kepercayaan diri dalam mengaktifkan dan mengembangkannya. Perasaan aman dan percaya diri dalam diri anak berasal dari perlakuan ayah dan ibunya. Dari segi bahasa, ayah dan ibu menentukan kata-kata anak; hasil yang dicapai juga jauh lebih efektif daripada banyak perkataan yang diucapkan oleh orang lain. Oleh karenanya, ayah dan ibu harus memprioritaskan belajar perkataan yang terpuji dan pasti.
Kedua, perlu menyisihkan waktu sedikitnya 20-30 hari untuk membantu anak berlatih. Setiap hari hanya memerlukan latihan selama 15-30 menit. Banyak orangtua yang beranggapan karena kesibukan hidup tidak memiliki waktu untuk mendampingi anak berlatih. Tetapi, bila dihitung anak saling berhubungan dengan orang tuanya seumur hidup misalnya hingga usia 18 tahun, maka 30 hari hanyalah 0.45% dari seluruh waktu tersebut. Bila dalam 30 hari tersebut dapat membuat anak seumur hidup memperoleh manfaat, mengapa tidak bersedia meluangkannya? Apalagi dalam satu hari hanyalah memerlukan waktu yang pendek yaitu 15-30 menit saja.
LANGKAH PERKEMBANGAN POTENSI OTAK
Langkah aktivasi midbrain secara sederhana dapat dibagi menjadi dua bagian – yaitu masa kestabilan awal dan masa pendalaman perkembangan.
1. Masa Kestabilan Awal
Setelah mengikuti pelajaran selama satu setengah hari, midbrain anak akan teraktivasi. Anak dapat merasa sangat gembira juga sangat menarik. Para orang tua juga dapat merasakan kemampuan anak mereka menjadikan mereka merasa bangga. Sangat bersemangat karena ini merupakan penemuan yang baru. Tetapi, ini hanyalah titik awal. Anak-anak dapat melupakan bagaimana mereka memasuki kondisi jalannya midbrain.Lama-kelamaan, sanggup menjadikan midbrain kembali dalam kondisi tertidur dan “tidak melihat”. Jadi, memerlukan latihan setiap hari hingga stabil. Yang dimaksud dengan stabil adalah anak-anak dapat sewaktu-waktu melakukan menutup mata sambil mengenal warna, mengenal huruf, membaca, mengenali benda-benda dan lain sebagainya. Disaat mereka tidak mudah kehilangan kemampuan mereka. Kecuali dalam jangka waktu lama tidak digunakan.
2. Masa Pendalaman
Banyak orang tua berhenti bila mencapai masa stabil. Karena mereka tidak mengetahui bahwa anak masih memiliki potensi yang menunggu untuk dikembangkan. Seorang anak yang benar-benar menggunakan midbrain memiliki karakter yang seimbang, hubungan antar manusia yang baik, suka menolong orang, pandai bergaul, prestasi belajar menonjol dan lain sebagainya. Dan juga, mereka juga dapat menggunakan kemampuan “Extra Sensory Perception / ESP”. Misalkan, mereka dapat memprediksi cuaca besok pagi sehingga dapat merencanakan bagaimana bila keluar rumah.
Potensi ini memerlukan latihan penggunaan midbrain yang terus-menerus dari si anak; dari menutup mata yang dasar berlatih kemampuan menembus pandang; hingga tidak perlu menutup mata, hanya menutup mata dalam berlatih kemampuan menembus pandang; kemudian hingga membuka mata dalam
berlatih kemampuan menembus pandang; hingga mencapai indera extra sensory. Pada akhirnya memasuki target dominasi dengan midbrain; memulihkan potensi awal yang seharusnya dimiliki umat manusia. Inilah yang disebut dengan talenta; sehingga mereka berubah menjadi manusia baru dalam jaman modern ini.
HUBUNGAN ANTARA “METODE BELAJAR MENUTUP MATA” & “METODE BELAJAR
MIDBRAIN”
Nama “Metode Belajar Menutup Mata” diambil dari sebuah fenomena yang dapat dihasilkan setelah midbrain diaktifkan. Berarti bahwa anak tersebut dapat belajar dengan menutup mata. Tetapi bila ditambah sebuah kata “metode”, maka artinya sama sekali berbeda. “Metode Belajar Menutup Mata” memberikan kesan yang salah bagi banyak orang; bahkan ada beberapa yang salah mengartikan. Banyak orangtua menanyakan bahwa anak memiliki mata kenapa tidak digunakan malahan belajar sambil menutup mata; sepertinya agak melawan alam atau aliran sesat. Arti yang dimaksudkan adalah “metode” “belajar menutup mata” ini cukup efektif; semenjak itu, anak tidak perlu menggunakan mata dalam belajar; bahkan “memejamkan mata” dalam menjalani hidupnya.
Sebenarnya, tujuan akhir setelah midbrain diaktifkan bukanlah meminta orang untuk belajar sambil menutup mata atau memejamkan mata dalam menjalani hidup, tetapi membantu anak-anak memasuki kondisi terbimbing mifbrain. Sehingga mereka dapat secara seimbang menggunakan otak kanan dan otak kiri serta mengembangkan potensi terbesar dari daya otak. Memejamkan mata membantu anak memasuki interbrain. Setelah terbiasa menggunakannya, tidak perlu menutup mata juga dapat menggunakan midbrain; yaitu dengan membuka mata juga dapat mengembangkan keseimbangan otak kanan dan otak kiri; sehingga otak kanan dan otak kiri berkembang secara seimbang.
Cara Menyeimbangkan Otak Kanan Dan Kiri
Posted by Unknown in Menyeimbangkan, Otak Kanan, Otak Kiri, Tips Membangun Diri
Kreativitas dan imaginasi sangatlah penting dalam kehidupan seseorang. Jika sedari dini kreativitas anak sudah dikembangkan, maka kelak dalam dirinya akan terbentuk sikap dan pribadi kreatif dan tidak tergantung pada lingkungannya. Dia akan lebih siap dan mampu menyesuaikan diri dengan segala perubahan dan tuntutan yang terjadi dalam lingkungannya.
Otak manusia terdiri dari belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik yang terdiri dari kemampunan berbicara, kemampuan mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat (nama, waktu dan peristiwa), logika, angka, analisis, dan lain-lain. Sementara otak kanan tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, pengembangan kepribadian. Para ahli banyak yang mengatakan otak kiri sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient), sementara otak kanan memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Emotional Ouotient) seseorang.
Sayangnya sistem pembelajaran di negeri kita masih mengacu pada perkembangan otak kanan semata. Padahal di Eropa dan Amerika misalnya, pendidikan yang diterapkan berupa kegiatan menari, menyanyi, melukis dan sebagainya pada awal-awal pendidikan. Mereka yakin dengan merangsang seni, kreativitas dan imajinasi terlebih dahulu, ketika belajar yang matematika dan analogis nantinya bisa lebih baik. Kondisi ini terbalik di Indonesia yang nampak dari kurikulum nasionalnya tampak cenderung melalaikan pengembangan kreativitas dan imajinasi anak.
Padahal kreativitas dan imajinasi sangatlah penting dalam kehidupan seseorang. Jika sedari dini kreativitas anak sudah dikembangkan, maka kelak dalam dirinya akan terbentuk sikap dan pribadi kreatif dan tidak tergantung pada lingkungannya. Dengan demikian maka dia akan lebih siap dan mampu menyesuaikan diri dengan segala perubahan dan tuntutan yang terjadi dalam lingkungannya.
Namun, bukan berarti belahan otak kanan lebih penting daripada belahan otak yang kiri, ataupun sebaliknya. Kedua-duanya sangat penting, karena itu keduanya harus dikembangkan secara seimbang agar fungsi masing-masing belahan berjalan seimbang dan saling menguatkan. Jika hanya terfokus pada salah satu belahan maka belahan yang kurang berkembang akan terhambat dalam menjalankan fungsinya. Anak menjadi miskin kreativitas bila ia lebih banyak dirangsang untuk menggunakan belahan otak kirinya. Sebaliknya jika fungsi belahan otak kanannya yang lebih kerap digunakan, nantinya anak malah lambat dalam berpikir logis, linier dan teratur yang juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa latihan dan kebiasaan ini sebaiknya dilakukan tiap hari.
Meningkatkan Daya Ingat dan Logika Berpikir
Banyak orangtua yang berpandangan bahwa dengan sekali membaca anak yang pintar akan bisa mengingatnya dengan baik. Maka ketika seorang anak kemudian lupa pada apa yang baru dibacanya kemudian dianggap daya ingatnya rendah. Memang ada 1% anak yang seperti itu, tetapi kebanyakan anak membutuhkan waktu paling tidak 3 kali untuk mengulang dan mengingatnya kembali agar kuat tertanam di benaknya. Jadi tidak bosan mengulang membaca pelajaran adalah hal yang harus dibiasakan pada anak. Karena belum paham hal tersebut maka kita sebagai orangtua harus memotivasi mereka. Dengan bermain tebak-tebakan misalnya maka anak akan terdorong untuk mengingat kembali apa yang barusan dibacanya. Atau sesekali orangtua yang membaca dan anak mendengarnya, kemudian tanya anak kembali beberapa hal yang diingatnya. Bahkan main tebak-tebakan ini bisa dilakukan tiap waktu, sambil makan malam, sambil menonton TV, dalam perjalanan mengantarnya sekolah misalnya.
Alat Peraga dan Optimalkan Panca Indera
Alat peraga merupakan alat bantu yang sangat bagus untuk membuat ingatan anak makin kuat serta mudah mencerna sehingga daya analogi-logikanya berjalan. Misalnya menerangkan pembagian, pergunakan kerikil atau biji-bijian sehingga anak mudah memahami bahwa 20 biji kalau dibagi 2 maka sama rata tiap bagian akan berjumlah sepuluh. Dengan makin banyak alat bantu yang bisa disentuh, dilihat, dibaui dan didengarnya maka akan makin kuat memori anak. Jadi optimalkan kelima panca inderanya untuk membentuk kesan yang kuat pada memorinya.
Biasakan Rapi dan Disiplin
Sementara untuk membantu anak tidak melupakan barang-barangnya dan tidak teledor, maka biasanya anak bertindak rapi dan disiplin untuk meletakkan barang-barang sesuai dengan tempatnya. Misalnya bedakan di mana tempat menaruh peralatan sekolahnya, buku-buku pelajaran, alat-alat bermain, peralatan keterampilan, buku-buku sekolah maupun buku-buku komiknya. Kebiasaan kecil ini kalau diremehkan akan membentuk sikap teledor dan pelupa sampai dewasa.
Musik, Seni dan Olah Raga
Di pagi hari, hidupkan musik yang dinamis, siang hari musik yang lebih menenangkan agar anak bisa beristirahat. Musik apapun merupakan stimulan yang ampuh untuk membuat kita tenang atau memberikan dorongan semangat. Dorong anak mengembangkan bakat seni atau olah raga yang nampak disukainya. Bermain yang membutuhkan banyak gerakan fisik juga merupakan salah satu bentuk olah raga ringan yang bagus untuk merangsang otak kanannya seperti bersepeda atau kejar-kejaran. Akan lebih bagus lagi apabila lebih rutin dan terkontrol seperti berenang, lari pagi tiap minggu, karate dll.
Membaca dan Berbahasa yang Baik dan Benar
Membaca merupakan media untuk membuka jendela dunia. Kebiasaan membaca buku-buku yang baik yang memiliki kosa kata dan dialog yang baik merupakan contoh yang sering menjadi bahan imitasi berbahasa anak sehari-hari. Maka berikan buku-buku bacaan yang berkualitas. Demikian pula cara kita berbicara akan sering didengar anak dan menjadi contoh pula caranya berkomunikasi dengan orang lain, jadi pergunakan cara berbahasa yang baik dan benar. membacakan cerita sebelum tidur, selain akan menambah kosa kata anak juga akan melatihnya berbahasa sesuai dengan dialog yang didengarnya.
Melatih Daya Tahan terhadap Rasa Kecewa
Banyak orangtua yang merasa bersalah karena masa kecilnya yang serba kekurangan atau merasa kurang waktu untuk anak, kemudian menggantikannya dengan memenuhi segala permintaan anak. Pada akhirnya anak sama sekali tidak pernah merasakan bagaimana rasanya ditolak keinginannya, bagaimana menahan keinginan, ataupun rasa kecewa ketika gagal mencapai suatu hal. Padahal hal-hal ini sangat berguna untuk merangsang kemampuan mengontrol diri dan melatih stabilitas emosinya, kemampuan pada otak kanan yang berhubungan dengan kecerdasan emosinya kelak. Jadi sesekali boleh kita melakukannya, tetapi tentu saja jangan biarkan anak frustrasi berkepanjangan, komunikasi dan berikan pengertian sehingga anak bisa belajar mentoleransi dan beradaptasi dengan rasa kecewanya. Selamat berlatih dan membiasakannya menjadi kebiasaan rutin dan baik.
Banyak orang yang mempunyai metode personal dalam mengenali diri mereka sendiri. Namun banyak pula yang tidak mengenali sama sekali siapa diri mereka sebenarnya. Ini mungkin disebabkan oleh sesuatu yang tidak mereka sadari telah menempel dalam diri mereka bertahun-tahun. Penyakit semacam ini tentu saja merupakan hal yang serius dan segera harus ditangani. Karena kalau tidak akan segera berdampak-khususnya pada remaja yang kehilangan jati diri mereka (identity crisis).
Saya hanya ingin sedikit mengidentifikasi cara-cara yang efektif untuk digunakan dalam mengenali diri sendiri. Sebenarnya dalam mengenali diri sendiri itu ada beberapa cara yaitu:
Bayangkan dirimu sedang memandang sebuah cermin yang besar dan bening. Di sana terlihat jelas dirimu berdiri dalam diam menatap seseorang yang sekian lama kamu kenal.
Siapakah dia?
Siapakah saya?
Seberapa banyakkah kamu mengenal dirimu sendiri? Pernahkah kamu menyadari bahwa di dunia ini hanya ada satu-satunya dirimu? Seseorang yang sangat unik dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya? Saat ini, cobalah untuk mengamati dan mencari ke dalam dirimu. Ikutilah beberapa kegiatan berikut untuk lebih mengenal dan memahami dirimu sendiri!
Biodata
Nama lengkap :………………………………………
Nama panggilan :……………………………………..
Tempat & tanggal lahir :………………………………
Alamat :………………………………………………
Anak ke :………………………….…………………
Cita-cita :…………………………….………………
Hobi :……………………………………………...…
Tinggi badan :………………...………………………
Berat badan :…………………………………………
Pelajaran yang disukai :……………………….………
Kegiatan yang disukai :…………………….…………
Makanan yang disukai :…………………………….…
Binatang yang disukai :…………..……………………
Hal lain yang disukai :…………………………………
Tuangkan pemikiranmu tentang ciri khas yang paling menonjol dalam dirimu!
Ciri khas diriku dalam hal fisik atau penampilan adalah:
1. ………………………………………
2. ………………………………………
3. ………………………………………
4. ………………………………………
5. ………………………………………
Ciri khas diriku dalam hal sifat adalah:
1. ………………………………………
2. ………………………………………
3. ………………………………………
4. ………………………………………
5. ………………………………………
2. Kenalilah kelebihan dan kekuranganmu
Seperti sebuah uang logam selalu memiliki dua sisi,
setiap insan manusia pasti dianugerahi kelebihan yang dapat dikembangkan dalam dirinya sekaligus kekurangan yang perlu terus menerus diperbaikinya. Tidak ada seorang pun yang melulu dilimpahi oleh kelebihan atau hanya dibebani oleh kekurangan. Kedua sisi yang selalu hadir dalam diri setiap manusia ini bukan untuk disombongkan atau ditangisi, melainkan untuk dikenali lalu dikembangkan atau diperbaiki!
Ada beragam kelebihan atau kekurangan yang dimiliki seseorang. Suatu keadaan dikatakan kelebihan bila merupakan hal yang positif, membangun, atau memberikan dampak yang baik bagi diri sendiri maupun orang lain sedangkan kekurangan cenderung memberikan dampak yang negatif.
3. Lakukanlah kagiatan berikut ini:
Renungkan dan tanyalah dirimu sendiri, apa saja yang merupakan kelebihan dan kekurangan dirimu.
Daftar kelebihan yang kumiliki adalah:
1. ………………………………….
2. ………………………………….
3. ………………………………….
4. ………………………………….
5. ………………………………….
6. ………………………………….
7. ………………………………….
Daftar kekurangan yang kumiliki adalah:
1. ………………………………….
2. ………………………………….
3. ………………………………….
4. ………………………………….
5. ………………………………….
6. ………………………………….
7. ………………………………….
4. Lakukanlah kagiatan berikut ini:
Sekarang saatnya untuk menyusun rencana terhadap kelebihan dan kekurangan yang kamu miliki! Untuk mempermudah melakukannya kamu dapat belajar dari contoh berikut:
Kevin memiliki kelebihan di bidang olah raga. Dia bisa berlari lebih cepat dari kebanyakan temannya. Untuk mengembangkan kelebihannya ini, ia mengasah terus kemampuan olah raganya dengan tekun mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atletik di sekolah serta mengikuti berbagai lomba yang diadakan dalam bidang yang ditekuninya itu. Beberapa kali ia memenangkan lomba yang semakin mendorongnya untuk lebih meningkatkan kelebihan yang
dimilikinya.
Ayumi mengalami kesulitan untuk mengendalikan kemarahannya. Jika merasa kesal sedikit, ia akan uring-uringan dan membentak teman-temannya sehingga mereka menjauhinya. Ayumi menyadari kekurangannya yang satu ini dan berusaha untuk memperbaikinya. Ia mulai mencari nasehat dan cara agar bisa menahan diri di saat merasa kesal. Sedikit-sedikit usahanya menampakkan hasil, kini si Judes Ayumi berubah menjadi ramah, murah senyum, dan disukai teman-temannya.
Hal-hal yang akan kulakukan untuk mengembangkan kelebihan yang kumiliki :
Hal-hal yang akan kulakukan untuk memperbaiki kekurangan yang kumiliki :
Nah, coba ikuti cara-cara tersebut diatas secara sistematis. Mungkin semua tidak akan berdampak besar bagi fisik. Namun pasti berdampak besar pada kehidupan kita saat ini dan nanti.
Tujuan : Setelah menyelesaikan kegiatan ini diharapkan:
- Kamu dapat mengenali karakteristik diri.
- Kamu dapat memahami kelebihan dan kekurangan diri.
- Kamu dapat belajar mengembangkan kelebihan dan memperbaiki kekurangan, so kenalilah dirimu sendiri.
Ketika emosi dan amarah memuncak maka segala sifat buruk yang ada dalam diri kita akan sulit dikendalikan dan rasa malu pun kadang akan hilang berganti dengan segala sifat buruk demi melampiaskan kemarahannya pada benda, binatang, orang lain, dll di sekitarnya.
Banyak orang bilang kalau menyimpan emosi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat pecah sewaktu-waktu dan bisa melakukan hal-hal yang lebih parah dari orang yang rutin emosian. Oleh sebab itu sebaiknya bila ada rasa marah atau emosi sebaiknya segera dihilangkan atau disalurkan pada hal-hal yang tidak melanggar hukum dan tidak
merugikan manusia lain.
Beberapa ciri-ciri orang yang tidak mampu mengandalikan emosinya :
1. Berkata keras dan kasar pada orang lain.
2. Marah dengan merusak atau melempar barang-barang di sekitarnya.
3. Ringan tangan pada orang lain di sekitarnya.
4. Melakukan tindak kriminal / tindak kejahatan.
5. Melarikan diri dengan narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, dsb.
6. Menangis dan larut dalam kekesalan yang mendalam.
7. Dendam dan merencanakan rencana jahat pada orang lain. dsb…
Cara untuk mengatasi rasa emosi adalah:
1. Rasakan Yang Orang Lain Rasakan
Cobalah bayangkan apabila kita marah kepada orang lain. Nah, sekarang tukar posisi di mana kamu menjadi korban yang dimarahi. Bagaimana kira-kira rasanya dimarahi. Kalau kemarahan sifatnya mendidik dan membangun mungkin ada manfaatnya, namun jika marah membabi buta tentu jelas kamu akan cengar-cengir sendiri.
2. Tenangkan Hati Di Tempat Yang Nyaman
Jika sedang marah alihkan perhatian kamu pada sesuatu yang kamu sukai dan lupakan segala yang terjadi. Tempat yang sunyi dan asri seperti taman, pantai, kebun, ruang santai, dan lain sebagainya mungkin tempat yang cocok bagi kamu. Jika emosi agak memuncak mingkin rekreasi untuk penyegaran diri sangat dibutuhkan.
3. Mencari Kesibukan Yang Disukai
Untuk melupakan kejadian atau sesuatu yang membuat emosi kemarahan kita memuncak kita butuh sesuatu yang mengalihkan amarah dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan dan dapat membuat kita lupa akan masalah yang dihadapi. Contoh seperti mendengarkan musik, main ps2 winning eleven, bermain gitar atau alat musik lainnya, membaca buku, chating, chayang-chayangan dengan kekasih pujaan hati, menulis artikel, nonton film box office, dan lain sebagainya. Hindari perbuatan bodoh seperti merokok, make narkoba, dan lain sebagainya.
4. Curahan Hati / Curhat Pada Orang Lain Yang Bisa Dipercaya
Menceritakan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita mungkin dapat sedikit banyak membantu mengurangi beban yang ada di hati. Jangan curhat pada orang yang tidak kita percayai untuk mencegah curhatan pribadi kita disebar kepada orang lain yang tidak kita inginkan. Bercurhatlah pada sahabat, pacar / kekasih, isteri, orang tua, saudara, kakek nenek, paman bibi, dan lain sebagainya.
5. Mencari Penyebab Dan Mencari Solusi
Ketika pikiran kamu mulai tenang, cobalah untuk mencari sumber permasalahan dan bagaimana untuk menyelesaikannya dengan cara terbaik. Untuk memudahkan gunakan secarik kertas kosong dan sebatang pulpen untuk menulis daftar masalah yang kamu hadapi dan apa saja kira-kira jalan keluar atau solusi masalah tersebut. Pilih jalan keluar terbaik dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada. Mungkin itu semua akan secara signifikan mengurangi beban pikiran kamu.
6. Ingin Menjadi Orang Baik
Orang baik yang sering kamu lihat di layar televisi biasanya adalah orang yang kalau marah tetap tenang, langsung ke pokok permsalahan, tidak bermaksud menyakiti orang lain dan selalu mengusahakan jalan terbaik. Pasti kamu ingin dipandang orang sebagai orang yang baik. Kalau ingin jadi penjahat, ya terserah kamu.
7. Cuek Dan Melupakan Masalah Yang Ada
Ketika rasa marah menyelimuti diri dan kita sadar sedang diliputi amarah maka bersikaplah masa bodoh dengan kemarahan kamu. Ubah rasa marah menjadi sesuatu yang tidak penting. Misalnya dalam hati berkata : ya ampun…. sama yang kayak begini aja kok bisa marah, nggak penting banget sich…
8. Berpikir Rasional Sebelum Bertindak
Sebelum marah kepada orang lain cobalah kamu memikirkan dulu apakah dengan masalah tersebut kamu layak marah pada suatu tingkat kemarahan. Terkadang ada orang yang karena diliatin sama orang lain jadi marah dan langsung menegur dengan kasar mengajak ribut / berantem. Masalah sepele jangan dibesar-besarkan dan masalah yang besar jangan disepelekan.
9. Diversifikasi Tujuan, Cita-Cita Dan Impian Hidup
Semakin banyak cita-cita dan impian hidup kamu maka semakin banyak hal yang perlu kamu raih dan kejar mulai saat ini. Tetapkan impian dan angan hidup kamu setinggi mungkin namun dapat dicapai apabila dilakukan dengan serius dan kerja keras. Hal tersebut akan membuat hal-hal sepele tidak akan menjadi penting karena kamu terlalu sibuk dengan rajutan benang masa depan kamu. Mengikuti nafsu marah berarti membuang-buang
waktu kamu yang berharga.
10. Kendalikan Emosi Dan Jangan Mau Diperbudak Amarah
Orang yang mudah marah dan cukup membuat orang di sekitarnya tidak nyaman sudah barang tentu sangat tidak baik. Kehidupan sosial orang tersebut akan buruk. Ikrarkan dalam diri untuk tidak mudah marah. Santai saja dan cuek terhadap sesuatu yang tidak penting. Tujuan hidup kamu adalah yang paling penting. Anggap kemarahan yang tidak terkendali adalah musuh besar kamu dan jika perlu mintalah bantuan orang lain untuk
mengatasinya.
Untuk meredam amarah orang lain sebaiknya kita tidak ikut emosi ketika menghadapi orang yang sedang dilanda amarah agar masalah tidak menjadi semakin rumit. Cukup dengarkan apa yang ingin ia sampaikan dan jangan banyak merespon. Tenang dan jangan banyak hiraukan dan dimasukkan dalam hati apa pun yang orang marah katakan. Cukup ambil intinya dan buang sisanya agar kita tidak ikut emosi atau menambah beban pikiran kita.
Jika marahnya karena sesuatu yang kita perbuat maka kalau bukan kesalahan kita jelaskanlah dengan baik, tapi kalau karena kesalahan kita minta maaf saja dan selesaikanlah dengan baik penuh ketenangan batin dan kesabaran dalam mengatasi semua kemarahannya. Lawan api dengan air, jangan lawan api dengan api.
Semoga tips ini bisa membantu kamu untuk menjinakkan rasa emosi kamu!
Pintar Di Berbagai Mata Pelajaran
Posted by Unknown in Berpikir, Cerdas, Di Berbagai, LombaBlogDepok, Mata, Pelajaran, Pintar, Ranking 1, Tips Membangun Diri
Kepintaran tidak dimiliki oleh semua orang. Tetapi kepintaran bisa dimiliki jika kita mau berusaha. Orang beranggapan, kalau orang pintar itu lebih unggul dari yang lain. Sebenarnya itu salah... orang yang pintar itu sebenarnya pada awalnya bodoh. Dan pintar juga tidak langsung didapatkan begitu saja. Dia perlu melalui suatu proses yang panjang yang disebut belajar.
Ilmu pengetahuan sangatlah luas. Setiap saat ilmu pengetahuan terus berkembang. Hingga sampai saat ini, ilmu yang sudah ditemukan terus dikembangkan dan ilmu yang baru terus ditemukan. Ilmu juga merupakan sebuah proses. Untuk dapat belajar ilmu atau menemukan penemuan yang baru, kita harus belajar dari yang ilmu lebih mendasar. Sebagai contoh: Untuk dapat belajar Aljabar, kita harus sudah belajar penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, akar, pangkat, dan lain sebagainya. Jika belum bisa menguasai ilmu yang lebih mendasar, maka kita akan kesulitan untuk mempelajarinya.
Setiap manusia diciptakan berbeda-beda. Setiap orang pastilah mempunyai kekurangan dan kelibihannya masing-masing. Kebanyakan orang yang telah menemukan kekurangan dan kelebihannya, pasti akan lebih menonjolkan kelebihannya dan akan menutupi kekurangannya. Dia akan terus menerus belajar untuk menonjolkan kelebihannya dan tidak melakukan apa yang tidak bisa dia lakukan. Sehingga dia bisa dikategorikan sebagai orang yang pintar dalam kelebihan yang dia miliki.
Pintar dalam kelebihan yang dimilki memang membanggakan. Tetapi jika pintar dalam berbagai kelebihan, sudah pasti lebih membanggakan lagi. Semua sekolah biasanya mengajarkan berbagai jenis mata pelajaran. Bila sudah pintar di berbagai mata pelajaran, tidak diragukan lagi kamu bisa mendapat ranking 1 dikelas, bahkan menjadi yang terbaik di sekolah kamu dan mendapatkan prestasi yang gemilang.
Sebenarnya banyak manfaatnya jika menjadi pintar di berbagai mata pelajaran. Lalu bagaimana agar menjadi pintar di berbagai mata pelajaran? Apakah perlu giat belajar agar menjadi pintar di berbagai mata pelajaran? Disini I’am mau berbagi pengalaman, apa saja yang sudah pernah I’am lakukan hingga bisa seperti sekarang.
1. Niat yang kuat.
Niat merupakan hal yang paling penting jika ingin melakukan sesuatu. Jika kamu hanya melakukan cara-cara agar pintar di berbagai mata pelajaran saja, tetapi tidak didasari dengan niat yang kuat, pasti hasilnya tidak akan optimal. Untuk itu, tanamkan niat yang kuat dalam diri kamu untuk bisa pintar di berbagai mata pelajaran.
2. Tentukan belahan otak yang lebih dominan.
Menentukan belahan otak? Ya.... ini merupakan hal yang perlu kamu ketahui. Setiap belahan otak memiliki fungsi dan manfaat masing-masing. Jika salah satu otak kita ada yang lebih dominan, sudah pasti kita akan lebih bisa menguasai mata pelajaran yang di dominasi oleh otak kita. Kalau masih bingung, ini I’am ada penjelasannya:
Otak kiri berfungsi dalam hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Merupakan pusat otak yang dominan untuk berbahasa lisan dan tulisan. Berperan dalam proses berpikir yang logis, analitis, linier dan bertindak yang rasional. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (Short Term Memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika. Orang yang dominan di belahan otak ini biasanya jarang berbicara (kalau berbicara langsung pada intinya), memecahkan masalah dengan logika, pendiam, berpikir jangka panjang (memikirkan secara urut apa yang akan terjadi), unggul dalam urusan hitung-menghitung. Mata pelajaran yang di dominasi oleh otak kiri yaitu: Matematika, IPA (Biologi, Fisika, Kimia), Bahasa.
Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Daya ingat otak kanan bersifat panjang (Long Term Memory). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi. Orang yang dominan di belahan otak ini biasanya banyak berbicara (terkadang suka membicarakan hal yang tidak penting), memecahkan masalah terlebih dahulu menggunakan emosi, mudah marah, berpikir jangka pendek (cepat memutuskan keputusan), kreativitasnya tinggi. Mata pelajaran yang di dominasi oleh otak kanan yaitu: IPS (Ekonomi, Sosiologi, Sejarah, Geografi), Seni, Musik.
Sekarang sudah jelas bahwa kelebihan orang juga dapat diketahui melalui fungsi otak. Bagaimana cara mengetahui belahan otak mana yang lebih dominan? Tentu caranya sangatlah mudah. Berikut cara mengetahuinya:
Kepalkan tangan kamu seperti gambar ini
Jika ibu jari kanan yang berada di paling atas, itu berarti kamu lebih dominan otak kiri. Sebaliknya, jika ibu jari kiri yang berada di paling atas, berati kamu lebih dominan otak kanan.
Caranya mudah kan? Hanya kebalikannya saja. Nah... sekarang kamu sudah tahu kamu lebih dominan belahan otak mana. Itu artinya kamu juga pasti tahu pelajaran apa yang lebih kamu kuasai dan pelajaran apa yang kurang kamu kuasai.
3. Ubah kekurangan menjadi salah satu kelebihan.
Mengubah kekurangan menjadi salah satu kelebihan sangat diperlukan agar bisa menguasai bermacam-macam mata pelajaran. Jika kamu sudah hebat di suatu mata pelajaran, maka jangan biarkan kamu tidak bisa di mata pelajaran yang lain. Kamu harus melakukan berbagai cara agar bisa menguasai mata pelajaran yang kurang dikuasai. Berikut cara-caranya:
a. Cari teman yang bisa menguasai mata pelajaran yang kamu kurang kuasai.
Pertemanan ini yang biasanya merubah kepribadian kita. Jika salah mencari teman, bisa-bisa bukannya kamu menjadi pintar, malah menjadi ikutan bodoh. Pasti yang rugi adalah kamu juga. Untuk itu, ada beberapa cara untuk mencari teman yang pintar dan mau berbagi pengetahuan dengan kita:
=> Lihat tingkah lakunya. Bila kamu sedang di dalam kelas dan sedang ada jam kosong, lebih baik kamu diam saja di bangku kamu dan perhatikan satu-satu teman kamu. Teman yang pintar biasanya lebih jarang bicara dibandingkan teman yang lain.
=> Biasanya mencari yang pendiam saja belum cukup, kadang teman yang pendiam itu memang karena dia lebih dominan belahan otak kiri, tetapi belum tentu semuanya pintar. Untuk mengetahuinya, coba kamu tanya satu persatu teman kamu yang pendiam tentang pelajaran yang kurang kamu kuasai. Bila teman kamu tahu jawabannya, berarti dia termasuk pintar. Tetapi kadang ada teman yang bisa menjawab tulisan, tetapi susah menjelaskan lewat kata-kata. Nah, berati dia juga termasuk pintar.
=> Sebenarnya ada beberapa juga orang yang lebih dominan otak kanan, tetapi dia pintar. Nah, kalau yang seperti ini biasanya pintar di pelajaran yang di dominasi oleh otak kanan. Untuk mengetahui apakah teman yang dominan otak kanan pintar atau tidak, ini sedikit lebih sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Biasanya teman yang lebih dominan otak kanan, dia lebih berani, kreatif, dan pintar berbicara. Jika saat diskusi kelompok, lalu dia yang memimpin pembicaraan dan suka menyampaikan pendapat, berarti dia pintar. Dan perhatikan juga nilai ulangannya. Bila bagus pada pelajaran yang didominasi oleh otak kanan, berarti dia memang lebih dominan otak kanan dan dia termasuk teman yang pintar.
=> Perhatikan nilai teman kamu pada saat ulangan. Biasanya faktor nilai ulangan menandakan kepintaran seseorang. Nah, kalau teman kamu ada yang mendapat nilai bagus di salah satu mata pelajaran yang kamu kurang kuasai, dekati dia. Tanya mengapa dia bisa menjawab sehingga mendapat nilai bagus. Jangan malu bertanya bila memang dia bisa menjawabnya.
=> Gunakan feeling kamu untuk menetapkan dia teman yang baik atau tidak. Jika dia pintar, tetapi sombong dan egois. Beh... mendingan jauhin aja. Tetapi sebaiknya kita jangan memilih-milih teman. Untuk menghadapi teman yang seperti itu, lebih baik kamu berteman saja seperti biasa, tetapi saat sombong dan egoisnya kambuh, mendingan kamu ngalah aja sama dia. Daripada kamu tidak bisa mendapat pengetahuan dari dia.
=> Perlakukan dia seperti best friend. Jika kamu sudah dekat sama dia, dijamin kamu mau bertanya apapun yang dia bisa, pasti dia akan menjelaskannya dengan senang hati. Tetapi kalau dia tidak tahu jawabannya, maklumkan saja lah. Namanya juga manusia yang pengetahuannya sangat sedikit.
b. Dekati guru mata pelajaran.
Dengan mendekati guru mata pelajaran yang kurang kamu kuasai, kamu bisa menanyakan apapun yang berhubungan dengan pelajaran yang kurang kamu kuasai. Akrabkanlah kamu dengan guru tersebut. Tetapi jika gurunya GALAK alias KILLER, waahh... ini urusannya agak sulit. Tetapi segalak-galaknya guru, masih ada sisi kelembutan darinya. Guru akan menjadi marah, kalau ada suatu hal yang membuat dia marah. Bukan berarti guru itu marah setiap saat. Namun jika kita mendekatinya dengan cara yang baik, sopan santun, dan lembut, maka guru yang GALAK sekalipun bisa kamu taklukan. Wuih... :)
c. Jadikan teman yang pintar sebagai motivasi diri.
Jadikan teman kamu yang lebih pintar di mata pelajaran yang kamu kurang kuasai sebgai motivasi kamu agar berusaha menjadi lebih pintar dari dia. Kalau di kelas kamu ada yang mendapat ranking 1, kamu harus dekati dia. Agar dia mau berbagi ilmu dengan kamu. Dan jadikan dia sebagai motivasi kamu. Walaupun dia teman kamu, tetapi bersaing untuk mendapat ranking 1 kan tidak apa-apa. Hehehe.... :)
4. Kurangi membicarakan hal yang tidak penting.
Mengurangi bicara sangat diperlukan agar pelajaran yang dijelaskan bisa masuk kedalam otak. Tertutama saat guru menerangkan pelajaran di kelas. Bila kita berbicara dengan teman kita pada saat guru sedang menjelaskan, + 80% pelajaran yang baru saja diterangkan guru pasti tidak mengerti. Dan sisanya yang masuk ke dalam otak, hanya suara guru yang terdengar pada saat kita berhenti berbicara dan mencari obrolan yang baru.
5. Belajar dengan sungguh-sungguh dan tingkatkan semangat belajar.
Belajar untuk beberapa orang sepertinya sangat sulit untuk dilakukan. Ada saja godaannya agar tidak belajar. Ada yang belajar, tetapi pelajaran yang dipelajari tidak masuk ke otak. Yang seperti itu biasanya tidak belajar dengan sungguh-sungguh. Agar bisa belajar dengan sungguh-sungguh, bisa atasi dengan:
a. Belajar dengan posisi yang enak.
b. Usahakan belajar di tempat yang sepi.
c. Belajar yang baik dilakukan di pagi hari.
d. Menghindar dari benda yang bisa mengganggu pikiran. Misalnya TV.
e. Fokus kepada pelajaran yang dipelajari.
Tingkat semangat belajar selain berpengaruh dari diri sendiri, tetapi juga dipengaruhi lingkungan dan orang lain. Jika kamu belajar di kelas yang ramai, kumuh, dan tidak nyaman, pasti kamu tidak akan ingin belajar di kelas tersebut, dan semangat belajar kamu juga akan menurun. Ini menandakan bahwa semangat belajar dipengaruhi lingkungan tempat kamu belajar. Untuk mengatasi masalah ini, kamu perlu mengajak teman-teman kamu untuk menciptakan ruang kelas yang nyaman dengan saling bekerja sama. Jadi, yang merasakan belajar nyaman bukan kamu saja, teman-teman kamu juga akan merasa nyaman.
Jika ada salah satu guru kamu cara mengajarnya tidak menyenangkan, membingungkan, dan datangnya hanya memberi tugas tanpa mengajar, pasti kamu juga akan malas untuk belajar pelajaran yang diajarkan guru tersebut. Akibatnyanya semangat belajar kamu menjadi menurun. Untuk mengatasi guru yang seperti ini cukup sulit, karena memang setiap guru mempunyai sifat yang berbeda. Jadi jika kamu merasa tidak nyaman diajar olehnya, kamu bisa belajar dengan guru lain yang menurut kamu nyaman. Kamu bisa belajar dengannya di ruang guru pada waktu istirahat.
6. Tingkatkan rasa keingintahuan.
Rasa keingintahuan dapat meningkatkan wawasan kita. Misalnya, pada saat kamu dan teman-teman kamu diajarakan pelajaran sejarah dikelas. Kamu dan teman-teman kamu pasti akan mendapatkan ilmu yang sama dari guru sejarah. Tetapi jika dari ilmu yang telah disampaikan oleh guru sejarah tersebut kamu gali lagi dengan rasa keingintahuan, pasti kamu akan lebih memahami pelajaran sejarah tersebut dibandingkan teman-temanmu. Meskipun misalnya kamu tidak suka pelajaran sejarah, tetapi dengan rasa keingintahuan, pelajaran sejarah tersebut bisa membuat kamu ingin terus belajar sejarah.
7. Duduk diam di kelas.
Duduk diam dikelas sebenarnya banyak manfaatnya. Dengan diam, kita bisa mengingat kembali pelajaran yang baru saja di ajarkan oleh guru. Kalau sering mengingat kembali apa yang diajarkan oleh guru setelah guru selesai mengajar, di jamin pelajaran yang baru diajarakan akan masuk ke otak. Jika kamu mengobrol dengan teman sehabis guru keluar, ini malah menyebabkan kalimat yang baru saja dijelaskan guru, akan tercampur dengan kalimat obrolan kamu. Sehingga saat kamu mengingat kembali apa telah yang diajarkan guru kamu, kamu akan lupa beberapa kata yang telah di ucapkan oleh guru kamu. Akibatnya kamu juga akan kesulitan dalam mengisi soal Esai.
Diam saja di kelas masih kurang efektif. Kamu juga harus membiasakan mengingat kembali pelajaran di rumah kamu. Saat kamu sedang tidak ada kegiatan, lebih baik kamu mengingat kembali pelajaran yang diajarkan guru kamu.
8. Dengarkan penjelasan dari guru.
Belajar sambil mengobrol sangat tidak efektif. Akibatnya kamu bisa tidak mengerti penjelasan guru, dimarahi guru karena mengobrol, dsb. Jadi jika teman kamu mengajak kamu ngobrol saat guru sedang menjelaskan, lebih baik kamu bilang dengan baik-baik kalau kamu tidak mau di ganggu dulu. Dengan begitu teman kamu juga pasti mengerti. Setelah guru keluar atau saat istirahat, baru kamu ajak teman kamu ngobrol. Tetapi mengobrol yang secukupnya, agar penjelasan guru yang tadi dijelaskan tidak lupa.
9. Berpikir cerdas.
Berpikir cerdas merupakan berpikir kritis. Berpikir kritis adalah proses mental untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut bisa didapatkan dari hasil pengamatan, pengamalan, akal sehat atau komunikasi. Misalnya, kisah Sir Isac Newton ketika buah apel jatuh di sampingnya. Yang ada dipikirannya adalah “Gravitasi”. Mengapa apel jatuh kebawah, bukan ke atas? Maka penemuan ilmiah pun ditemukan bahwa “Bumi mempunyai gaya gravitasi sebesar G=9,81 m/s2”.
Berpikir cerdas bisa berupa menganalisis kejadian, masalah, atau suatu hal yang masih perlu di ketahui lagi. Contoh umumnya, “Dari mana saya berasal? Mengapa saya bisa hidup di bumi ini?” kemudian dari pertanyaan-pertanyaan itu dicari informasinya yang relevan. Bila sudah mengetahui jawabannya, kamu analisis jawaban itu benar atau tidak, analisis mengapa dari jawaban itu bisa menjawab pertanyaan kamu. Inilah yang disebut berpikir cerdas.
Jika pada saat kamu menanyakan jawaban matematika kepada teman kamu , tetapi teman kamu tidak menjelaskan caranya. Atau kamu mencontek jawaban dari teman kamu. Kemudian kamu menganalisis jawaban yang telah kamu dapatkan. Misalnya seperti ini:
log 4 + log 25 = log 100 = log 10 pangkat 2 = 2Lalu kamu analisis 100 itu hasil dari 4 x 25. Kemudian 10 pangkat 2 itu hasil penyederhanaan dari 100. Dan 2 itu merupakan nilai pangkat dari angka 10.
Sudah jelas dengan belajar berpikir cerdas, kita bisa mengetahui suatu hal tanpa menanyakannya kepada orang lain dengan hanya bermodalkan pengetahuan yang sudah dimilki. Jika belum mengetahui jawaban yang kamu tidak ketahui, kita bisa bertanya kepada orang lain, dan menganalisis kembali jawabannya.
10. Berani salah, dan belajar dari kesalahan.
Berani salah ini sangat penting agar bisa menguasai mata pelajaran yang belum dikuasai. Bila ingin belajar, berarti berani salah. Dengan salah, kita bisa belajar dari kesalahan kita. Bila kamu menjawab pertanyaan dan jawaban itu salah, pasti kamu akan mendapatkan jawaban yang benar. Kemudian jawaban kamu itu bandingkan dengan jawaban yang benar. Apa yang berbeda dengan jawaban kamu. Jika kamu sudah mengetahui kesalahannya, kamu tinggal membuat kesimpulan antara jawaban kamu, dengan jawaban yang benar. Dengan cara ini kamu juga bisa belajar berpikir cerdas.
11. Aktif di semua mata pelajaran.
Aktif di semua mata pelajaran sangat penting jika kamu ingin menguasai mata pelajaran yang kurang kamu kuasai. Aktif dalam belajar, temasuk cara agar bisa pintar di berbagai mata pelajaran. Jika hanya aktif disatu mata pelajaran saja, tidak ada gunanya kamu melakukan langkah-langkah diatas. Walaupun kamu rajin belajar, suka bertanya, dan melakukan langkah-langkah diatas, tetapi hanya di satu mata pelajaran saja, tetap saja kamu tidak bisa menguasai pelajaran yang lain. Untuk itu, kamu perlu aktif di semua mata pelajaran. Jika kamu kurang menguasai pelajaran Bahasa Inggris, ikutilah Ekskul English Club. Biasanya ekskul yang di adakan oleh sekolah kamu, bisa menambah wawasan kamu.
12. Berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selain didasari niat, kamu juga harus berdo’a agar apa yang kamu inginkan tercapai. Berdo’a juga ada aturannya. Jika perlu, kamu juga boleh menjanjikan sesuatu kepada Tuhan Yang Maha Esa agar do’a kamu semakin afdol. Semakin besar permintaan kamu, maka semakin besar pula perjanjian yang perlu kamu lakukan. Misalnya, kamu ingin mendapat ranking 1 dikelas, lalu kamu berdo’a seperti ini. (disini I’am mencontohkan untuk yang beragama Islam. Untuk yang beragama nonIslam bisa menggunakan cara lain sesuai agama masing-masing)
“Ya Allah... saya memohon kepada engkau. Saya ingin bisa mendapatkan ranking 1 dikelas ya Allah... bila saya berhasil mendapat ranking 1, saya akan puasa Nazar 1 hari”
Ini berarti, jika do’a kamu di kabulkan dan kamu berhasil mendapat ranking 1 dikelas, kamu harus berpuasa Nazar 1 hari. Tetapi, jika kamu ingin menjadi siswa terbaik di sekolah, kamu perlu menambahkan tingkat perjanjian kamu. Misalnya, kamu akan puasa Nazar 3 hari. Peningkatan tingkat perjanjian ini dimaksudkan agar do’a kamu menjadi semakin afdol. Seperti istilah “Seiring kekuatan besar, muncul tanggung jawab yang besar” “Seiring do’a yang afdol, muncul janji yang besar” hehehe... :)
Semoga penglaman yang pernah I’am alami ini bisa bermanfaat buat teman-teman semua. Dengan cara ini Insya Allah mudah-mudahan dapat memperbaiki cara belajar para pelajar di Indonesia. Amiin...
Karena artikel ini I’am buat berdasarkan pengamatan dan pengalaman sendiri. I’am mohon maaf bila di artikel ini ada kesalahan yang mungkin tidak pantas untuk disebarluaskan. Maklumilah I’am yang masih bodoh ini.
Recent Post
Feedjit
About Me
Udah Di Buka
Boleh Di Isi
Followers
Mau Berlangganan Artikel?
Entri Populer
Archives
-
▼
2012
(3)
- ► November 2012 (2)
-
►
2011
(21)
- ► Februari 2011 (13)
- ► Januari 2011 (8)
-
►
2010
(95)
- ► Desember 2010 (8)
- ► November 2010 (19)
- ► Oktober 2010 (48)
- ► September 2010 (9)
- ► Agustus 2010 (11)
